Kuliah Mafaatiihul Ilmi – Rekaman 2

Tags

Radio Syi’ar Tauhid:

Berikut adalah tautan untuk mengunduh audio rekaman :
⚜️ *KULIAH KEDUA* ⚜️

*MAFAATIIHUL ‘ILMI*
🕌 Masjid Al Muhajirin Wal Anshar (AMWA)

Sabtu, 12 Jumadal Akhirah 1438 / 11 Maret 2017
Bersama:

🎤 *Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi* hafizhahullah

(Pengasuh Ma’had As-Sunnah Makassar)

📚 *MATERI:*

*_المنظومة الميمية في الوصايا والآداب العلمية للحكمي_*

*(Wasiat dan Adab untuk Para Penuntut Ilmu)*
Pembahasan:

*_نبذة في وصية طالب العلم_* 

(Intisari Wasiat Untuk Penuntut Ilmu)

*_الوصية بكتاب الله -عز وجل_* 

(Wasiat Berpegang Kepada Kitabullah)
SESI 1: http://bit.ly/2nyyolC

SESI 2: http://bit.ly/2mEwhNZ

SESI 3: http://bit.ly/2nnWAYU

SESI 4: http://bit.ly/2nnUE2m

SESI 5: http://bit.ly/2mmq886
Semoga Bermanfaat.
Bergabunglah dengan saluran kajian Masjid AMWA di: http://bit.ly/2mB0qNE

Advertisements

Arbaun Nawawiyah 20

Tags

, , , ,

الحديث السبع عشر

Hadits Ketujuh belas

عن أبي يعلى شداد بن أوس رضي الله عنه، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:

Dari Abu Ya’la Syaddad bin  Aus semoga Allah merahmatinya, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن الله عز و جل كتب الإحسان على كل شيء، فإذا قتلتم فأحسنو القتلة، وإذا ذبحتم فأحسنو الذبحة، وليحد أحدكم شفرته، وليرح ذبيحته 

Sesungguhnya Allah azza wa jalla mewajibkan berbuat kebajikan pada setiap perkara. Maka apabila kalian membunuh maka perbaguslah dalam membunuh. Dan apabila kalian menyembelih hewan maka perbaguslah dalam menyembelih. Dan hendaklah setiap kalian menajamkan pisaunya, dan menyenangkan hewan sembelihannya.

رواه مسلم

Diriwayatkan oleh Muslim.

Nektar Yang Tersegel 15

Tags

, , , , , , , , ,

Agama-agama di Arabia

(Sambungan)

Kepercayaan terhadap tanda-tanda yang memengaruhi kejadian di masa depan, pernah sangat biasa di kalangan suku-suku di Arabia. Hari-hari dan bulan-bulan serta hewan-hewan tertentu dianggap sebagai pertanda buruk. Mereka juga percaya bahwa arwah orang yang terbunuh akan bergentayangan dan tidak akan dapat beristirahat sampai terbalaskan dendamnya. Takhayul merajalela. Ketika rusa atau burung yang dilepaskan mengarah ke kanan, maka apa yang akan mereka lakukan dianggap penuh harapan, tetapi jika mengarah sebaliknya maka mereka menjadi pesimis dan menahan diri tidak melakukannya.[1]

Masyarakat pra-Islam, walaupun mempercayai takhayul, mereka masih mempertahankan tradisi Ibrahim, seperti mengagungkan Rumah Suci, bertawaf, berziarah/berhaji, berdiam (wukuf) di Arafah dan mempersembahkan kurban, kesemua hal ini masih tetap dilakukan walaupun adanya inovasi (bidah) yang mencemari ritual-ritual suci. Suku Quraisy misalnya, dengan keangkuhannya, rasa lebih unggul daripada suku-suku lainnya dan kebanggaan terhadap pemeliharaan Rumah Suci, tidak akan pergi ke Arafah bersama keramaian, tetapi mereka akan berhenti sebentar di Muzdalifah. Al-Quran menegur dan mengatakan kepada mereka:

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah)[2:199][2]

Bidah lainnya yang sangat dalam mencengkeram tradisi sosial mereka, adalah larangan memakan yoghurt kering atau lemak masak, atau mereka tidak akan masuk ke dalam tenda yang dibuat dari rambut unta atau berteduh kecuali di rumah yang dibangun dengan bata kering, apabila mereka sedang berniat untuk ziarah (kondisi ihram haji). Mereka juga, karena kesalahpahaman yang parah, tidak membolehkan para peziarah selain orang-orang Makkah untuk mengambil makanan yang dibawanya ketika pergi berziarah haji maupun umrah.

Mereka memerintahkan para peziarah yang datang dari luar Makkah untuk mengelilingi (bertawaf di) Kabah dalam pakaian yang seragam dengan suku Quraisy, akan tetapi jika para peziarah itu tidak dapat memenuhinya, maka laki-lakinya melakukan tawaf dalam keadaan telanjang bulat, sedangkan perempuannya dengan sedikit kain yang menutupi kemaluannya. Allah berfirman akan hal ini:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah (dengan pakaian yang bersih) di setiap (memasuki) mesjid (dan bertawaf di Kabah).” [7:31]

Jika laki-laki atau perempuan itu cukup murah hati untuk melakukan tawaf di Kabah dengan pakaian mereka, maka mereka diharuskan melepaskannya setelah bertawaf untuk selamanya. [3]

(Bersambung, insya Allah)


[1] Sahih Al-Bukhari dengan catatan kaki oleh Ahmad Ali Saharanpuri, 2/851, 857
[2] Ibn Hisyam, 1/199; Sahih Al-Bukhari, 1/226
[3] Sahih Al-Bukhari, 1/226; Ibn Hisyam, 1/202

 

Arbaun Nawawiyah 19

Tags

, , ,

الحديث السادس عشر

Hadits Keenam belas

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم أَوْصِنِي. قَالَ:

Dari Abu Hurairah semoga Allah meridainya, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Nasehatilah aku.” Beliau bersabda:

لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ” .

“Jangan marah”. Orang itu mengulanginya beberapa kali, dan beliau sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan marah”


[رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari

 

Kuliah Mafaatiihul Ilmi – Rekaman 1

Tags

Berikut adalah tautan untuk mengunduh audio rekaman :
⚜️ *KULIAH PERDANA* ⚜️

*MAFAATIIHUL ‘ILMI*
🕌 Masjid Al Muhajirin Wal Anshar (AMWA)

Sabtu, 28 Jumadal Ula 1438 / 25 Februari 2017

Bersama :
🎙 *Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi* hafizhahullah

(Pengasuh Ma’had As-Sunnah Makassar)
📚 *MATERI:*
*_المنظومة الميمية في الوصايا والآداب العلمية للحكمي_*
*(Wasiat dan Adab untuk Para Penuntut Ilmu)*
PEMBUKAAN: http://bit.ly/2lPS6eS

SESI 1: http://bit.ly/2mHog9L

SESI 2: http://bit.ly/2lvb5bN

SESI 3: http://bit.ly/2l8wdsi

SESI 4: http://bit.ly/2m3FYHx

SESI 5: http://bit.ly/2mpGaSp

Semoga Bermanfaat.
Bergabunglah dengan saluran kajian Masjid AMWA di: http://bit.ly/2mB0qNE

══════ ❁✿❁ ════
➡Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
🔹📻 Syi’ar Tauhid AM 675 khz
🔹📱WA Syi’ar Tauhid : +6281281112207 (akhwat)

+6281281085959 (ikhwan)
🔹Channel Syiar Tauhid

🌐http://bit.ly/1QnqmIz 
🔹Audio kajian Ahlussunnah : 

🌐http://bit.ly/1k109Rv
🔹Bulletin Syi’ar Tauhid : 

🌐 http://bit.ly/1NTYpWt