Tags

, , , , , , ,

Agama-agama di Arabia

(Sambungan)

Politeisme (kemusyrikan) dan penyembahan berhala menjadi ciri yang paling menonjol dari agama sebelum Islam di Arabia meskipun disangkakan sebagai agama Ibrahim.

Tradisi dan upacara penyembahan berhala kebanyakan dibuat oleh Amr bin Luhai, dan dianggap sebagai inovasi (bidah) yang baik daripada sebagai penyimpangan terhadap agama Ibrahim. Beberapa ciri penyembahan berhala mereka sebagai berikut:

  • Pengabdian diri kepada berhala, mencari perlindungan kepadanya, menyerukan nama-nama berhala, meminta pertolongan kepadanya di saat kesusahan, dan berdoa kepadanya memohon dipenuhi harapan, dan berharap tuhan-tuhan tersebut menjadi perantara dengan Allah dalam memenuhi harapan manusia.
  • Melakukan ziarah kepada berhala, bertawaf di sekelilingnya, merendahkan diri bahkan bersujud di hadapan berhala.
  • Mencari keridaan berhala dengan melakukan berbagai macam persembahan dan pengorbanan, sebagaimana disebut di dalam ayat-ayat Al-Quran:

وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

“Dan apa-apa yang disembelih di atas An-Nusub (altar batu).” [5:3]

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.” [6:121]

  • Penyucian sebagian makanan, minuman, binatang ternak, dan tanaman sebagai sesaji kepada berhala. Yang sangat mengejutkan, mereka juga memberi sesaji kepada Allah, akan tetapi mereka selalu menemukan alasan untuk memberikan bagian Allah kepada berhala, tetapi tidak pernah sebaliknya. Terhadap hal ini ayat Al-Quran menyebutkan:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu.” [6:136]

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements