Tags

, , , ,

(Sambungan)

Wasiat Lukman al-Hakim kepada Anaknya.

10. Berlakulah sederhana

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ

Sederhanalah kamu dalam berjalan. (Lukman: 19)

Yakni sedang, tidak terlampau cepat dan tidak pula terlalu lambat.

11. Lunakkanlah suaramu

وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ

Dan lunakkanlah suaramu. (Lukman: 19)

Yakni janganlah berlebihan dalam berbicara, jangan mengeraskan suara kalau tidak ada faedahnya. Oleh karena itu Allah berfirman:

إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. (Lukman: 19)

Mujahid berkata: “Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”

Yakni sangat keras suaranya. Ia diserupakan dengan keledai dalam tinggi dan kerasnya. Inilah yang dibenci Allah. Disamakannya dengan keledai menunjukkan haram dan tercelanya perbuatan itu. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda:

ليس لنا مثل السوء ، العائد في هبته كالكلب يعود في قيئه

Bukan termasuk kami permisalan yang jelek, seorang yang mengambil kembali pemberiannya, sebagaimana anjing yang menjilat muntahannya. (HR Albukhari)

إذا سمعتم أصوات الديكة ، فسلوا الله من فضله ، فإنها رأت ملكا ، وإذا سمعتم نهيق الحمار فتعوذوا با لله من الشيطان ، فإنها رأت شيطانا

Apabila engkau mendengar suara ayam jantan (berkokok), maka mintalah kepada Allah tentang fadilah-Nya, sesungguhnya ia melihat malaikat. Apabila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan, sesungguhnya ia melihatnya. (Muttafaqun ‘alaihi, lihat Tafsir Ibnu Katsir, 3/446)

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements