Tags

, , , ,

(Sambungan)

Wasiat Lukman al-Hakim kepada Anaknya

5. Tegakkan Salat

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاة

Hai anakku, dirikanlah shalat. (Lukman: 17)

Kerjakanlah secara khusyuk dengan rukun-rukunnya dan kewajiban-kewajibannya.

6. Amar Makruf Nahi Mungkar

وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَر

dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar. (Lukman: 17)

Dengan kelembutan dan ramah tanpa kekerasan.

7. Sabar atas Musibah yang menimpa

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَك

dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. (Lukman: 17)

Telah diketahui bahwa seorang yang beramar makruf nahi mungkar maka dia akan mendapat gangguan. Oleh karena itu, Lukman memerintahkan putranya untuk bersabar. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda:

المؤمن الذي يخالط الناس ويصبر على أذاهم، أفضل من المؤمن الذي لا يخالط الناس ولا يصبر على أذاهم

Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas gangguan mereka, lebih utama daripada seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka. (Sahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan selainnya)

 إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Lukman: 17)

Maksudnya, bersabar terhadap gangguan manusia benar-benar merupakan perkara yang diwajibkan.

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements