Tags

,

​​Disarikan dari kitab “Panduan Praktis Tajwid” karya Ustaz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, penerbit Maktabah Daarul Atsar Al Islamiyah, Magetan.

Bab 8. Istilah-istilah Bacaan

1. Ar Roum, yaitu membaca huruf dengan sepertiga harakat yang bacaan ini boleh diambil oleh seseorang walaupun dia buta dan tidak boleh diambil dari orang yang tuli.

2. Al Ikhtilas, yaitu membaca dengan cepat sampai hilang hurufnya sekitar dua pertiga.

3. At Talfiq, yaitu mencampur qiraah satu dengan yang lainnya, hukumnya haram, sebagian mengatakan makruh, sebagian mengatakan tercela, karena asal-usul qiraah adalah dengan berguru dan mengambil riwayat, bukan ijtihad atau qiyas.

4. At Tathrib, yaitu mengikuti nada suaranya sampai meninggalkan hukum, kaidah tajwid. Hukumnya haram. Adapun kalau  memakai lagu yang tidak merubah kaidah, hukum,dan tajwid maka tidan mengapa.

5. At Tarji’, yaitu menaikturunkan suara khususnya dalam huruf mad. Kalau sampai meninggalkan kaidah tajwid maka haram.

6. At Tarqish , yaitu menambah harakat atau mad dsb yang membuat bacaan itu keliru, maka haram hukumnya.

7. At  Tahzin , seorang qari meninggalkan tabiat suaranya lalu membaca dengan nada sedih, maka boleh hukumnya.

8. At Ta’rid , membaca Alquran dengan cara seperti orang kedinginan maka hukumnya haram.

9. At Tahrif , berkumpulnya orang di depan qari lalu memutus bacaan satu dengan yang lainnya, seperti si A membaca Alhamdu, si B membaca lillahi, si C membaca robbil alamin dst, maka ini adalah haram.

10. Imalah Kubra , membaca antara kasrah dengan ya dan lebih dekat dengan ya seperti  مَجْرَاهَا (majraha dibaca dengan majreha)

11. Imalah Sughra , membaca antara fathah dengan alif dan lebih dekat dengan alif.

12. At Tashil , membaca huruf antara alif dan hamzah seperti أاعجمي (dibaca aa’jamiy)

13. Al Isymam , ibarat membaca dhammah tetapi tanpa bersuara dan harus ada rongga yang diperuntukkan untuk keluarnya suara. Cara ini tidak dapat diambil dari orang buta kecuali orang buta tersebut telah mengambil ilmu sebelum kebutaannya. Seperti لَا تَأْمَنَّا

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements