Tags

, , , , , , , , , , ,

(Sambungan)

القاعدة الثالثة

Kaidah Ketiga

أن النبي صلى الله عليه وسلم ظهر على أناس متفرقين في عباداتهم: منهم من يعبد الملائكة، ومنهم من يعبد الأنبياء و الصالحين، ومنهم من يعبد الأشجار والأجار، ومنهم من يعبد الشمس والقمر ، وقاتلهم رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم يفرق بينهم

Bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam diutus kepada orang-orang yang berbeda-beda dalam peribadatannya: di antara mereka ada yang menyembah malaikat, dan beberapa dari mereka ada yang menyembah para nabi dan orang-orang saleh, dan beberapa dari mereka ada yang menyembah pohon-pohon dan batu-batu, dan orang-orang yang menyembah matahari dan bulan, mereka diperangi oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan tidak membeda-bedakan di antara mereka.

والدليل : قوله تعالى:

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. [QS 8: 39]

ودليل الشمس والقمر : قوله تعالى:

Dan dalil mengenai penyembahan matahari dan bulan adalah firman Allah ta’ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, [QS 41: 37]

ودليل الملائكة : قوله تعالى:

Dan dalil mengenai penyembahan malaikat adalah firman Allah ta’ala:

وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan-tuhan. [QS 3: 80]

ودليل الأنبياء : قوله تعالى:

Dan dalil mengenai penyembahan para nabi adalah firman Allah ta’ala:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. [QS 5: 116]

ودليل الصالحين : قوله تعالى:

Dan dalil mengenai penyembahan orang-orang saleh adalah firman Allah ta’ala:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; [QS 17: 57]

ودليل الأشجار والأحجار : قوله تعالى:

Dan dalil mengenai penyembahan pohon-pohon dan batu-batu adalah firman Allah ta’ala:

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّىٰ وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَىٰ

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza,dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? [QS 53: 19, 20]

وحديث أبي واقد الليثي رضي الله عنه قال:

Dan hadits Abu Waqid Al-Laitsayi semoga Allah meridainya, dia berkata:

خرجنا مع النبي صلى الله عليه وسلم إلى حنين، ونحن حدثاء عهد بكفر، وللمشركين سدرة يعكفون عندها، وينوطون بها أسلحتهم، يقال لها: ذات أنواط، فمررنا بسدرة، فقلنا: يا رسول الله، اجعل لنا ذات أنواط، كما لهم ذات أنواط

Kami keluar bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam pada perang Hunain, dan kami baru saja meninggalkan kekafiran, kami mendapati orang-orang musyrik memiliki pohon dan mereka beritikaf di sisinya, dan menggantungkan padanya senjata mereka, sambil mengucapkan kepadanya: “Dzatu Anwath”, maka kami berlalu dari pohon tersebut lalu kami berkata: “Wahai Rasulullah, buatlah untuk kami Dzatu Anwath, sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.”

الحديث

Alhadits.

(Bersambung, insya Allah)

 

Advertisements