Tags

, , , , ,

LOKASI DAN SIFAT SUKU-SUKU ARAB

(Sambungan)

Keturunan Qidar, anak Ismail, lama mendiami Makkah beranak pinak, di antaranya melahirkan Adnan dan anaknya Ma’ad, yang menjadi nenek moyang kaum Adnan Arab. Adnan adalah kakek kedua puluh satu dalam urutan nenek moyang Nabi. Dikatakan bahwa setiap kali Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menceritakan tentang nenek moyangnya beliau berhenti pada Adnan dan berkata: “Para ahli keturunan telah berdusta” dan tidak meneruskan lebih dari Adnan. Sejumlah ulama, bagaimanapun, mengambil kemungkinan untuk melampaui penyebutan Adnan karena tidak ada pengaruhnya terhadap hadits yang disebutkan itu. Mereka mengatakan bahwa tepatnya ada empat puluh ayah antara Adnan dengan Ibrahim alaihi salam.[1]

Nizar, anak laki-laki satu-satunya Ma’ad, memiliki empat anak laki-laki yang berkembang menjadi empat suku yang besar; Eyad, Anmar, Rabi’a dan Mudar. Dua yang terakhir berkembang menjadi beberapa kabilah. Rabi’a menjadi penghulu kabilah Asad, Anazah, Abdul Qais, dan dua anak Wail (Bakr dan Taghlib), Hanifa dan masih banyak lagi.

Suku Mudar bercabang menjadi dua kelompok besar: Qais Ailan bin Mudar dan kabilah Elias bin Mudar. Dari Qais Ailan menjadi Banu Salim, Banu Hawazin, dan Banu Ghatafan yang menurunkan Abs, Zubyan, Ashja, dan Ghani bin A’sur. Dari Elias bin Mudar menjadi Tamim bin Murra, Hudhail bin Mudrika, Banu Asad bin Khuzaimah, dan kabilah Kinanah bin Khuzaimah, yang menurunkan Quraisy, keturunan dari Fahr bin Malik bin An-Nadr bin Kinanah.

Quraisy bercabang menjadi bermacam suku, yang paling terkenal adalah  Jumah, Sahm, Adi, Makzhum, Tayim, Zahra dan tiga kabilah Qusai bin Kilab: Abdud Dar bin Qusai, Asad bin Abdul Uzza bin Qusai dan Abdu Manaf bin Qusai.

Abdu Manaf bercabang menjadi empat suku: Abdus Syams, Naufal, Muttalib, dan Hasyim. Dan, bagaimanapun, dari keluarga Hasyim Allah memilih Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim sallallahu alaihi wasallam.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda:

إن الله اصطفى من ولد إبراهيم إسماعيل، واصطفى من ولد إسماعيل كنانة، واصطفى من بني كنانة قريشا، واصطفى من قريش بني هاشم، واصطفاني من بني هاشم

“Sesungguhnya Allah telah memilih dari anak Ibrahim yaitu Ismail, dan memilih dari anak Ismail yaitu Kinanah, dan memilih dari keturunan Kinanah yaitu Quraisy, dan memilih dari Quraisy yaitu keturunan Hasyim, dan memilihku dari keturunan Hasyim.” [2]

Al-Abbas bin Abdul Muttalib mengutip sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam:

إن الله خلق الخلق فجعلني من خيرهم: من خير فرقهم وخير الفريقين، ثم تخير القبائل، فجعلني من خير القبيلة، ثم تخير البيوت فجعلني من خير بيوتهم، فأنا خيرهم نفسا وخيرهم بيتا

“Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dan menjadikan saya yang terbaik dari mereka: Dia memilih suku yang terbaik dan menjadikan saya dari suku yang terbaik, kemudian Dia memilih kabilah yang terbaik dan menjadikan saya dari kabilah yang terbaik, kemudian Dia memilih keluarga yang terbaik dan menjadikan saya dari keluarga yang terbaik. Maka saya adalah sebaik-baik individu dan sebaik-baik keluarga.” [3]

Dengan jumlah yang sangat banyak, anak-anak Adnan, demi mengejar padang rumput dan mata air, menyebar ke seluruh pelosok Arabia.

Suku Abdul Qais, bersama kabilah Bakr bin Wa’il dan Tamim, keluar ke Bahrain dan mendiaminya.

Banu Hanifa bin Sa’b bin Ali bin Bakr pergi ke Hijr, ibukota Yamamah. Semua suku Bakr bin Wa’il mendiami tanah Yamamah, Bahrain, Saif Kazima, di pesisir pantai, di batas terluar Iraq, Ablah dan Hait.

Kebanyakan suku Taghlib mendiami wilayah Eufrat sedangkan sebagiannya tinggal bersama suku Bakr.

Banu Tamim hidup di semi-gurun Basrah.

Banu Salim hidup di sekitar Madinah di tanah yang membentang antara Wadi Al-Qura hingga Khaibar ke arah timur pegunungan menuju Harrah.

Tsaqif mendiami Taif dan Hawazin di timur Makkah dekat Autas, pada jalan dari Makkah ke Basrah.

Banu Asad hidup di tanah sebelah timur Taima dan sebelah barat Kufah, sedangkan keluarga Tai’ tinggal di antara Banu Asad dan Taima. Kira-kira lima hari berjalan kaki jauhnya dari Kufah.

Zubyan mendiami wilayah antara Taima dan Hauran.

Beberapa kabilah Kinanah tinggal di Tihamah, sedangkan beberapa kabilah Quraisy mendiami Makkah dan suburbannya. Quraisy benar-benar bercerai berai hingga Qusai bin Kilab berhasil menggalang barisan mereka menjadi nama terhormat yang memiliki status dan peranan penting.[4]

***


[1] Rahmat-al-lil-alamin, 2/7-17
[2] Sahih Muslim, 2/245; Tirmidzi, 2/201
[3] Tirmidzi, 2/201
[4] Muhadrat Tarikh Al-Umam Al-Islamiyah, 1/15, 16.

Advertisements