Tags

, ,

(Sambungan)

Wasiat Lukman al-Hakim kepada Anaknya

3. Berbuat baik kepada orang tua

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Lukman: 15)

Ibnu Katsir berkata: “Maksudnya, jika keduanya memaksamu agar engkau mengikuti agama keduanya (selain Islam), maka janganlah engkau terima. Namun janganlah hal itu menghalangimu dari bergaul dan berbakti kepada keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang-orang yang beriman.”

Saya katakan: hal ini dikuatkan dengan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam:

لا طاعة لأحد في معصية الله، إنما الطاعة في المعروف

“Tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam berbuat maksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam perkara yang baik.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements