Tags

, ,

Disarikan dari kitab “Panduan Praktis Tajwid” karya Ustaz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, penerbit Maktabah Daarul Atsar Al Islamiyah, Magetan.

Bab 6. Hukum Belajar Tajwid

Hukum belajar tajwid adalah fardu kifayah.

Hukum membaca Alquran dengan tajwid adalah fardu ain.

Dalil Alquran:
1. QS Al Muzammil: 4
ورتل القرءان ترتيلا

“Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.”

Tartil yaitu membaguskan huruf dan mengetahui tempat berhenti. Perintah ini menunjukkan kewajiban.

2. QS Albaqarah:121
Membaca Alquran dengan bacaan yang sebenarnya, yaitu dengan tajwid, agar tidak jelek dan tidak merubah arti.

3. QS Alfurqan: 32
Sifat Alquran itu dibaca dengan tartil.

Dalil Assunnah
1. Dari Anas bin Malik radiyallahu anhu ketika ditanya bagaimana bacaan Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka beliau menjawab bahwa bacaannya panjang-panjang, kemudian dia membaca bismillahirrahmanirrahim dengan memanjangkan bismillaah, memanjangkan arrahmaan dan memanjangkan arrahiim. (HR Al-Bukhari)

2. Perintah Nabi kepada sahabat agar mengambil bacaan dari sahabat yang mampu dalam bidang tajwid/ fasih membaca Alquran. (Ref: Hadits Bukhari & Muslim)

3. Ibnu Mas’ud menuntun seseorang membaca Alquran yg meninggalkan bacaan panjangnya. Ibnu Mas’ud langsung menegur bacaan orang tsb walau tidak mengubah arti.

Seluruh pembaca Alquran (Quro) telah sepakat (ijma) tentang wajibnya membaca Alquran dengan tajwid.

Advertisements