Tags

, ,

(Sambungan)

Pengantar

بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kami dan buruknya amalan-amalan kami.

Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tak ada seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

Amma ba’du.

Sungguh, pembahasan pendidikan anak sangat penting dan mendesak, yang akan membuahkan kemaslahatan ganda bagi orang tua dan anaknya, bahkan akan mendatangkan kebaikan bagi masa depan umat dan masyarakat. Oleh karena itu Islam mementingkannya. Demikian juga para pendidik, yang pendahulunya adalah Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang Allah mengutus beliau sebagai pengajar dan pembimbing bagi orang tua dan anak, agar kebahagiaan mereka terpelihara di dunia dan di akhirat, hendaknya mementingkan perkara ini.

Oleh karena itu kita dapati Alquran yang mulia -yang mengandung kemaslahatan dan keberuntungan bagi kita- Allah menyebutkan di sana kisah-kisah pendidikan yang bermanfaat, seperti kisah Luqman al-Hakim yang memberikan wasiat-wasiay yang bermanfaat dan penting bagi anak-anaknya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga menanamkan aqidah tauhid ke dalam jiwa anak pamannya, yaitu Abdullah bin Abbas semenjak kecil. Pembaca akan mendapatkan ini semua dan yang lainnya dari kewajiban-kewajiban orang tua terhadap anak dan kewajiban anak terhadap orang tua dalam risalah ini.

Kami memohon kepada Allah agar risalah ini bermanfaat bagi pembaca dan semoga menjadikannya ikhlas karena Allah ta’ala.

Muhammad bin Jamil Zainu

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements