Tags

, , ,

(Sambungan)

الرابع: من اعتقد أن غير هدي النبي صلى الله عليه و سلم أكمل من هديه، أو أن حكم غيره أحسن من حكمه، كالذي يفضل حكم الطواغيت على حكمه، فهو كافر

Yang keempat:  Barang siapa yang berkeyakinan bahwa selain petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam lebih sempurna daripada petunjuk syariat beliau, atau bahwa hukum syariat selainnya lebih baik daripada hukum syariat beliau. Sebagaimana orang yang mengutamakan hukum thaghut di atas hukum syariat Nabi, maka dia kafir.

 الخامس : من أبغض شيئا مما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم – ولو عمل به؛ كفر

Yang kelima: Barang siapa yang membenci sesuatu yang berasal dari Nabi sallallahu alaihi wasallam – sedangkan dia beramal dengannya: maka dia kafir.

السادس: من استهزأ بشيء من دين الرسول صلى الله عليه وسلم، أو ثواب الله، أو عقابه؛ كفر. والدليل قوله تعالى:

Yang keenam: Barang siapa yang memperolok-olok sesuatu dari agama Rasul sallallahu alaihi wasallam, atau terhadap pahala dari Allah, atau hukuman-Nya, maka dia kafir. Adapun dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (٦٥) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ   (٦٦)       

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…” (QS 9: 65-66)

السابع : السهر ومنه : الصرف والعطف، فمن فعله أو رضي به، كفر، والدليل: قوله تعالى

Yang ketujuh: Sihir, termasuk guna-guna dan pengasihan. Maka barang siapa mempraktikkan sihir atau meridainya, maka dia kafir. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ

sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. (QS 2: 102)

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements