Tags

, ,

الرحيق المختوم

Ar-Rahiq Al-Makhtum (Nektar Yang Tersegel)

Pembahasan Sirah Nabawiyah (Biografi Nabi Muhammad), semoga dilimpahkan kepada beliau sebaik-baik salawat dan salam.

Buku ini dianugerahi Juara Pertama oleh Liga Muslim Dunia pada perlombaan tingkat dunia penulisan biografi Nabi sallallahu alaihi wasallam yang diselenggarakan di Makkah Al-Mukarramah tahun 1399H/1979

Penulis: Syaikh Safi-ur-Rahman al-Mubarakpuri

Universitas Islam Al-Madinah Al-Munawwarah

Penerbit Dar-us-Salam, 1996/ 1416 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pengantar

Hati setiap muslim terisi dengan cinta kepada nabi terakhir, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan cintanya kepada Rasulullah adalah perbendaharaan baginya. Cinta dan penghormatan kita kepada seseorang bergantung kepada manfaat yang kita dapatkan darinya. Karena Nabi memberikan manfaat yang sangat besar bagi kemanusiaan, setiap muslim begitu dalam cintanya kepada beliau. Setiap hal yang dilakukan di dalam kehidupan beliau harus diikuti oleh setiap individu umat muslim. Cinta tertinggi bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam menjadi ujian bagi keimanan kita. Allah Yang Mahakuasa telah mendeskripsikan dan menjelaskan keadaan Muhammad sallallahu alaihi wasallam di dalam Alquran:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah (Wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam, kepada manusia): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (menerima tauhid keislaman, mengikuti Alquran dan Sunnah), Allah pasti akan mencintai kamu…” (3: 31)

Cinta kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah bagian dari keimanan kita. Terdapat hadits Nabi sallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda:

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده و ولده و الناس أجمعين

“Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga saya lebih dicintai olehnya daripada ayahnya dan anaknya dan seluruh manusia.”

Pada awal masa Islam banyak buku yang ditulis mengenai kehidupan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di dalam Alquran sendiri teladan yang baik dari kehidupan Muhammad sallallahu alaihi wasallam telah disebutkan. Alquran mengatakan:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya, kamu (Wahai Muhammad sallallahu alaihi wasallam) adalah standar akhlak yang terbaik.” (68: 4)

Seseorang bertanya kepada Aisyah -semoga Allah meridainya- tentang akhlak mulia Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia menjawab, “Tidakkah kamu membaca Alquran? Akhlak beliau adalah (penjelasan yang lengkap mengenai) Alquran.”

Artinya, perkara apapun yang diperintahkan atau yang dilarang oleh Alquran, taldan praktisnya terwujud pada akhlak Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dengan kata lain, contoh ideal dan sempurna mengenai akhlak mulia yang diminta oleh Alquran untuk dilakukan oleh manusia, diwujudkan pada pribadi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam derajat yang tertinggi.

Para ulama hadits dan penulis biografi Muhammad, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah menyelidiki kehidupan beliau dari berbagai sudut dan aspek sejak lahir hingga wafatnya. Setiap kejadian, setiap insiden di dalam kehidupan beliau telah dijabarkan dan diriwayatkan, namun tidak satupun yang mengakui telah diberikan hak-hak sepenuhnya. Ratusan buku telah ditulis mengenai kehidupan Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan rutinitas ini terus berlangsung hingga Hari Kebangkitan.

Tidak diragukan bahwa Ar-Rahiq Al-Makhtum (Nektar Yang Tersegel) adalah buku yang bernilai tinggi dan karya yang mendapat pujian untuk sejarah kehidupan Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Buku ini telah ditulis oleh Syaikh Safiur Rahman al-Mubarakpuri dari Jamiah Salafiyah, Banaras (India). Konferensi Islam pertama mengenai Sirah (Biografi Nabi sallallahu alaihi wasallam) yang berlangsung tahun 1976 di Pakistan diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia. Liga mengumumkan kontes dunia pada penulisan buku sirah. Seratus lima puluh ribu riyal Saudi (Empat puluh ribu dollar AS) dijanjikan sebagai uang hadiah bagi lima buku terbaik.

Seratus tujuh puluh satu naskah diterima dari seluruh dunia. Sekitar delapan puluh empat naskah berbahasa Arab, enam puluh empat berbahasa Urdu, dua puluh satu berbahasa Inggris dan masing-masing satu naskah berbahasa Perancis dan Hausa.

Dewan yang terdiri dari para ulama yang sangat berkualitas menilai naskah-naskah tersebut dan mengumumkan hasilnya. Naskah Syaikh Safiur Rahman al-Mubarakpuri, Jamiah Salafiyah Banaras (India), penulis buku ini (Ar-Rahiq Al-Makhtum) menerima hadiah utama SR50,000 (Lima puluh ribu riyal Saudi) atas penilaian kesahihan dan gaya bahasanya. Dr. Majid Ali Khan dari New Delhi (India) menerima hadiah kedua. Hadiah ketiga dimenangkan oleh Dr. Naseer Ahmed, Universitas Islam Pakistan. Hadiah keempat diberikan kepada Mr. Hamid Mahmud dari Mesir dan hadiah kelima diberikan kepada Abdussalam Hashim dari Madinah Munawarah. Upacara penganugerahan hadiah  dilangsungkan di Makkah Al-Mukaramah pada tanggal 12 Rabiul Awal 1399 Hijriyah. Selanjutnya buku ini diterbitkan oleh Liga Muslim Dunia dan diikuti oleh banyak organisasi lainnya yang juga mendapat penghargaan untuk menerbitkan buku ini.

***

Advertisements