Tags

, ,

Disarikan dari kitab “Panduan Praktis Tajwid” karya Ustaz Abu Hazim Muhsin bin Muhammad Bashory, penerbit Maktabah Daarul Atsar Al Islamiyah, Magetan.

Bab 1. Ilmu Tajwid

1. Menurut bahasa: diambil dari sesuatu yg baik, lawannya jelek. Dari kata جود – يجود – تجويدا yg artinya
perbaikan, penyempurnaan, pemantapan. Orang yg bagus bacaan Alquran nya disebut mujawwid.

2. Menurut istilah: keluarnya semua huruf hijaiyah dari makhraj-nya (tempat keluarnya) dg memberikan hak dan keharusan sifatnya.

Hak adalah sifat lazim seperti jahr, syiddah, qalqalah, dsb.

Keharusan adalah sifat yg bisa berubah seperti izhar, idgham, iqlab, ikhfa, dll.

3. Peletak dasar ilmu tajwid.
Ada bbrp pendapat siapa yg memulai meletakkan kaidan dan ushul ilmu tajwid. Sebagian mengatakan Abu Amr Hafs bin Umar AdDury, Abu Ubaid AlQasim ibn Sallam, Abul Aswad AdDualy, AlKholil ibn Ahmad, dan sebagian mengatakan yg lainnya.

Peletakan kaidah itu bukanlah bidah yg tercela dalam agama Islam, bahkan merupakan maslahat mursalah. Begitupula ilmu nahwu, ilmu musthalah, ilmu ushul fiqih, yg tdk ada di zaman Nabi.

Latar belakang peletakan kaidah dan ushul ilmu tajwid adalah untuk menjaga Alquran dari bahasa dan dialek asing dan untuk mempermudah bacaan Alquran.

4. Pokok-pokok pengambilan.
Ilmu tajwid diambil dari Alquran dan Sunnah, sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membaca Alquran, serta para sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin dst. Sampailah kpd ulama-ulama yg ahli dalam Alquran shg sampai ilmu qiraat dg cara yg mutawatir.

5. Nama.
Ilmu tersebut dinamakan dengan ilmu tajwid.

Tajwidnya ada dua:
1). Syafawi amali, yaitu bacaan Alquran yg bagus yg diambil dari orang yg ahli membaca Alquran.
2). Nazhari ilmi, yaitu ilmu yg diajarkan turun temurun menurut kaidah yg diletakkan oleh para ulama.

6. Keutamaan.
Tahwid adalah ilmu yg mulia, seorang muslim dituntut membaca Alquran setiap hari, minimal di dalam salatnya.

7. Manfaat.
Mendapat kebahagiaan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.

Dari Umar bin Khattab radiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,

إن الله تعلى يرفع بهذا الكتاب أقواما ويضع به آخرين

Sesungguhnya Allah taala akan mengangkat dengan Alquran ini (derajat) suatu kaum dan merendahkan dengannya kaum yang lain. (HR. Muslim)

8. Tujuan.
Lancarnya melafalkan Alquran sesuai kaidah seperti tipis, tebal, dengung, panjang, pendek, dst. Ilmu ini tdk akan sempurna kecuali dg berguru langsung kepada ulama yg ahli.

(Bersambung, insya Allah)

Advertisements